Shortening yang dikenal di pasaran sebagai “Mentega Putih” adalah lemak yang dapat dimakan yang digunakan untuk berbagai macam keperluan seperti membuat adonan roti, bahan untuk membuat butter cream, dan juga untuk menggoreng. Disebut sebagai Shortening karena pada saat adonan roti dicampur, lemak akan menghambat pembentukan gluten yang ada pada terigu, atau dengan kata lain memperpendek gluten .
Shortening terbuat dari 100% lemak, baik lemak nabati ataupun lemak hewani ataupun campuran keduanya, yang sudah dimurnikan dan dihilangkan baunya. Secara umum fungsi shortening mirip dengan margarin yaitu untuk membuat adonan roti lebih empuk dan lebih enak pada saat dimakan. Selain itu karena kandungannya 100% lemak maka dapat juga digunakan untuk menggoreng.
Di Indonesia produk shortening memiliki berbagai macam nama seperti White Fat, Baker’s Fat, Cake Fat, Frying Shortening, Pastry Fat dan lain sebagainya. Pada intinya semua produk lemak makan yang terbuat dari 100% lemak dapat dikategorikan sebagai shortening, apapun itu nama produknya.
Perbedaan antara Lemak dan Minyak
Dijelaskan di atas bahwa shortening adalah lemak nabati dan salah satu kegunaannya adalah untuk menggoreng. Jadi apa perbedaan antara lemak dan minyak? Sebenarnya minyak dan lemak adalah hal yang sama, Perbedaannya adalah minyak berwujud cair pada suhu ruang sedangkan lemak berwujud padat pada suhu ruang. Pada saat dipanaskan maka baik minyak dan lemak akan berwujud cair.
Perbedaan antara Shortening dan Margarin
Perbedaan utama antara margarin dan shortening adalah margarin mengandung kadar air sedangkan shortening tidak mengandung kadar air sama sekali. Tetapi perbedaan ini tidak kasat mata artinya orang tidak dapat merasakan kadar air dalam produk.
Perbedaan yang kasat mata antara shortening dan margarin adalah warnanya. Umumnya margarin berwarna kuning sehingga dipasaran dikenal sebagai “mentega kuning”, sedangkan shortening berwarna putih sehingga di pasaran dikenal sebagai “mentega putih”. Secara umum tabel di bawah ini memperlihatkan perbedaan antara Shortening dan Margarin.
Meskipun demikian ada beberapa pengecualian, contohnya ada margarin tanpa garam, margarin yang tidak diberi warna atau margarin putih, dan ada shortening yang diberi warna seperti pastry shortening, dan ada shortening yang diberi pewarna dan aroma seperti BOS.
Proses Produksi Shortening
Seperti dijelaskan sebelumnya, bahan baku shortening adalah 100% lemak, yang dapat terdiri dari satu atau beberapa jenis lemak atau minyak. Selain lemak atau minyak, ke dalam shortening dapat juga ditambahkan bahan lainnya seperti emulsifier (untuk membantu pada saat proses pengocokan / creaming), pewarna dan aroma (seperti pada produk BOS).
Alur proses produksi shortening hampir mirip seperti alur proses produksi Margarin. Seluruh bahan baku dicampur hingga merata dalam tangki mixing pada suhu tertentu, kemudian campuran ini didinginkan (cooling) dan dihomogenisasi (working) agar ukuran partikelnya seragam. Setelah itu siap untuk dikemas. Pada saat dikemas tekstur shortening masih dalam bentuk setengah padat / pasta. Setelah itu shortening harus disimpan dahulu selama beberapa hari atau disebut sebagai tempering, dengan tujuan agar tekstur menjadi padat dan stabil.
Khusus untuk Pastry Shortening proses produksinya agak sedikit berbeda dari pembuatan shortening yang lainnya karena pastry shortening memiliki tekstur yang khusus untuk aplikasi pembuatan lapisan-lapisan (layering) pada produk puff pastry.
Jenis shortening
Secara umum shortening dibedakan menjadi dua jenis:
-Solid shortening, atau shortening yang memiliki sifat plastis dan berbentuk padat
-Liquid shortening, yaitu shortening yang berbentuk cair
Shortening yang beredar dan dikenal di Indonesia adalah shortening yang berbentuk padat. Liquid shortening belum dikenal luas di Indonesia dan penggunaannya masih terbatas di kalangan industri.
Solid shortening atau shortening padat dibagi menjadi beberapa jenis, meskipun demikian pembagian ini tidak seragam antara satu pabrikan dengan yang lainnya.
-White Fat : shortening yang murni hanya lemak tanpa tambahan emulsifier, contohnya
shortening yang digunakan untuk membuat roti tawar
-Baker’s Fat : shortening dengan tambahan emulsifier, contohnya shortening untuk membuat
buttercream atau biscuit cream filling.
-Cake Fat : shortening dengan tambahan emulsifier, warna dan aroma untuk membuat cake
-Pastry Fat : shortening yang khusus untuk membuat lapisan pada produk puff pastry
Ada satu jenis shortening yang tidak termasuk dalam pembagian shortening di atas, yaitu Frying Shortening atau Frying Fat (minyak goreng padat). Frying shortening dibedakan tersendiri semata-mata karena penggunaannya yang unik yaitu hanya untuk menggoreng dengan sistem Deep Frying.
Plastisitas dan Melting Point
Sama halnya dengan margarine, karakteristik utama dari solid shortening adalah sifat plastisitas dan titik leleh (melting point). Kedua sifat ini menentukan penggunaan / aplikasi shortening pada produk.
Sifat plastisitas adalah sifat dimana tekstur shortening mampu menahan tekanan dan dan dapat berubah bentuk mengikuti tekanan. Untuk membayangkan sifat plastisitas ini analogi yang mudah adalah lilin mainan anak-anak. Tekstur lilin mainan adalah contoh dari sifat plastisistas. Jika ditekan atau dibentuk lilin mainan mampu menahan tekanan dan berubah mengikuti tekanan tersebut.
Shortening yang memiliki sifat plastis akan lebih mudah bercampur di adonan roti atau biskuit dan akan mengembang dengan baik pada saat dikocok. Sebaliknya, lawan dari sifat plastis adalah lembek (soft) atau keras (brittle). Menggunakan shortening yang teksturnya sudah lembek atau keras memiliki resiko karena ada kemungkinan kegagalan pada saat diaplikasikan. Meski demikian ada jenis shortening tertentu yang memang memiliki tekstur soft, misalnya BOS.
Melting Point adalah suhu dimana lemak mulai meleleh menjadi cair. Sifat ini penting untuk diketahui agar penggunaan shortening tepat sasaran. Shortening untuk membuat decorating cream haruslah memiliki titik leleh yang agak sedikit tinggi agar hiasan tidak mudah kolaps selama dipajang. Lain halnya shortening untuk cream filling harus memiliki tiitk leleh yang mendekati suhu tubuh agar pada saat dimakan tidak meninggalkan sisa di mulut / ngendal (waxy). Dengan posisi Indonesia berada di khatulistiwa maka titik leleh shortening yang cocok adalah antara 38 oC sampai dengan 48 oC tergantung aplikasi dan masa simpan yang diinginkan.
Penggunaan Shortening
Shortening digunakan untuk membuat berbagai macam produk seperti:
-Roti tawar dan roti burger
-Buttercream untuk filling, menghias kue
-Biskuit dan wafer
-Cream biscuit dan wafer
-Puff Pastry
-Cake
-Pia
Tidak perlu bingung melihat banyaknya jenis shortening yang beredar di pasaran. Semua berpulang pada produk apa dan kualitas bagaimana yang hendak dibuat. Berikut beberapa pertimbangan dalam memilih shortening:
-Harga jual produk
-Eating quality, yaitu kualitas produk pada saat dimakan
-Stabititas shortening, baik terhadap panas maupun selama disimpan
-Yield, yaitu jumlah produk yang dapat dihasilkan
-Masa simpan produk
Sebagai pengusaha penentu utama adalah harga jual produk. Ini kenyataan yang tidak dapat dipungkiri. Produk dengan harga jual ekonomis tidaklah mungkin menggunakan shortening dengan kualitas premium, demikian sebaliknya produk dengan harga jual yang mahal tidaklah mungkin menggunakan shortening kualitas rendah karena berakibat pada eating quality. Penggunaan shortening yang tepat niscaya dapat mengoptimalkan kualitas produk, masa simpan dan keuntungan yang diperoleh.
Minggu, 06 Oktober 2013
Sabtu, 05 Oktober 2013
Tips Menggoreng Donat
Menggoreng donat adalah salah satu proses yang penting, karena bila donat gosong dan kurang matang, maka rasa donat tidak akan enak lagi.
Lalu bagaimana menggoreng donat yang benar? Ini dia tipsnya:
1. Untuk menggoreng donat, harus mempergunakan minyak yang banyak. Pastikan donat yang digoreng terendam oleh cairan minyak.
2. suhu yang tepat untuk menggoreng donat adalah berkisar 185 derajat c hingga 190 derajat C. Goreng donat selama kurang lebih 2 menit.
3. Jangan goreng donat dengan suhu yang terlalu tinggi, karena bisa membuat kulit luar donat menjadi gosong, sedangkan bagian dalamnya masih mentah.
4. Menggoreng donat sebaiknya mempergunakan minyak padat, karena minyak padat lebih tahan panas, dan hasil gorengan donat tidak menyerap minyak.
5. Jika menggoreng donat mempergunakan minyak cair, maka selalu menggoreng dengan minyak yang masih baru, agar aromanya lebih wangi.
6. Tambahkan kurang lebih dua sendok makan shortening ke dalam minyak goreng untuk menggoreng donat, agar donat tidak terlalu menyerap minyak.
7. Goreng bagian atas adonan terlebih dahulu, karena bagian atas lebih kering agar donat mengembang sempurna.
8. Jangan sering membolak-balik donat saat digoreng, cukup sekali balik saat menggorengnya.
9. Pada saat menggoreng, bisa dibantu dengan ujung sumpit kayu untuk memperoleh lingkaran sempurna pada lubang donat.
Lalu bagaimana menggoreng donat yang benar? Ini dia tipsnya:
1. Untuk menggoreng donat, harus mempergunakan minyak yang banyak. Pastikan donat yang digoreng terendam oleh cairan minyak.
2. suhu yang tepat untuk menggoreng donat adalah berkisar 185 derajat c hingga 190 derajat C. Goreng donat selama kurang lebih 2 menit.
3. Jangan goreng donat dengan suhu yang terlalu tinggi, karena bisa membuat kulit luar donat menjadi gosong, sedangkan bagian dalamnya masih mentah.
4. Menggoreng donat sebaiknya mempergunakan minyak padat, karena minyak padat lebih tahan panas, dan hasil gorengan donat tidak menyerap minyak.
5. Jika menggoreng donat mempergunakan minyak cair, maka selalu menggoreng dengan minyak yang masih baru, agar aromanya lebih wangi.
6. Tambahkan kurang lebih dua sendok makan shortening ke dalam minyak goreng untuk menggoreng donat, agar donat tidak terlalu menyerap minyak.
7. Goreng bagian atas adonan terlebih dahulu, karena bagian atas lebih kering agar donat mengembang sempurna.
8. Jangan sering membolak-balik donat saat digoreng, cukup sekali balik saat menggorengnya.
9. Pada saat menggoreng, bisa dibantu dengan ujung sumpit kayu untuk memperoleh lingkaran sempurna pada lubang donat.
Sabtu, 28 September 2013
Pilih Susu Full Cream, Low Fat, Atau Fat Free?
Faktanya, susu rendah lemak (low fat) tak terlalu banyak membantu dalam hal kesehatan atau mengontrol berat badan. Hal ini dikarenakan susu rendah atau bebas lemak mungkin memang sudah dipangkas muatan lemaknya, namun banyak produk susu dibuat dengan kandungan garam dan gula yang tinggi demi menjaga keutuhan tekstur dan rasa yang hilang saat proses pemangkasan lemak. Hal sama biasanya berlaku juga untuk produk makanan lain yang mengaku rendah/ bebas lemak.
Umumnya susu full cream mengandung 4% lemak, low fat 2%, dan yang bebas lemak (non fat) kurang dari 1%. Hal lain yang perlu Anda ketahui bahwa bila lemak susu diambil, maka semua vitamin yang larut dalam lemak juga turut hilang. Untuk itu susu harus di”suntik” dengan vitamin A dan D demi mengganti nutrisi yang hilang.
Sedangkan kelemahan terbesar dari susu full cream adalah tingginya kandungan lemak jenuhnya. Secangkir susu saja sudah mengandung 5 gram lemak jenuh, sekitar 25% dari kebutuhan sehari. Dan Anda tahu sendiri bahwa lemak jenis ini bisa meningkatkan resiko serangan jantung. Selain itu lemak dalam susu ini juga bisa menghalangi penyerapan kalsium susu. Meski begitu penelitian menunjukkan bahwa susu ini lebih aman bagi penderita diabetes tipe 2 ketimbang susu bebas lemak, mungkin karena kadar gulanya rendah.
Jadi, mana yang harus Anda pilih? susu rendah lemak (2%) yang paling aman dan masih bisa dikompromikan.
Umumnya susu full cream mengandung 4% lemak, low fat 2%, dan yang bebas lemak (non fat) kurang dari 1%. Hal lain yang perlu Anda ketahui bahwa bila lemak susu diambil, maka semua vitamin yang larut dalam lemak juga turut hilang. Untuk itu susu harus di”suntik” dengan vitamin A dan D demi mengganti nutrisi yang hilang.
Sedangkan kelemahan terbesar dari susu full cream adalah tingginya kandungan lemak jenuhnya. Secangkir susu saja sudah mengandung 5 gram lemak jenuh, sekitar 25% dari kebutuhan sehari. Dan Anda tahu sendiri bahwa lemak jenis ini bisa meningkatkan resiko serangan jantung. Selain itu lemak dalam susu ini juga bisa menghalangi penyerapan kalsium susu. Meski begitu penelitian menunjukkan bahwa susu ini lebih aman bagi penderita diabetes tipe 2 ketimbang susu bebas lemak, mungkin karena kadar gulanya rendah.
Jadi, mana yang harus Anda pilih? susu rendah lemak (2%) yang paling aman dan masih bisa dikompromikan.
Manfaat susu dan jenisnya
Dalam menu sehat dikenal istilah "empat sehat lima sempurna". Penyempurna ini adalah susu. Istilah ini tidak berlebihan karena minuman putih bersih ini memiliki kandungan nutrisi yang lengkap dibandingkan minuman lainnya sehingga susu memiliki banyak khasiat yang sangat bermanfaat bagi tubuh.
Susu biasanya dikenal sebagai minuman penguat tulang dan gigi karena kandungan kalsium yang dimilikinya. Tetapi, sebenarnya ada banyak kandungan nutrisi yang ada, misalnya fosfor, zinc, vitamin A, vitamin D, vitamin B12, vitamin B2, asam amino dan asam pantotenat. Tentu kandungan nutrisi ini bermanfaat untuk menunjang kesehatan tubuh Anda.
Manfaat Susu
Susu biasanya dikenal sebagai minuman penguat tulang dan gigi karena kandungan kalsium yang dimilikinya. Tetapi, sebenarnya ada banyak kandungan nutrisi yang ada, misalnya fosfor, zinc, vitamin A, vitamin D, vitamin B12, vitamin B2, asam amino dan asam pantotenat. Tentu kandungan nutrisi ini bermanfaat untuk menunjang kesehatan tubuh Anda.
Manfaat Susu
- Karena memiliki kandungan nutrisi tersebut, maka susu memiliki manfaat yang tidak sedikit, diantaranya:
- Mencegah osteoporosis dan menjaga tulang tetap kuat. Bagi anak-anak, susu berfungsi untuk pertumbuhan tulang yang membuat anak menjadi bertambah tinggi.
- Menurunkan tekanan darah.
- Mencegah kerusakan gigi dan menjaga kesehatan mulut. Susu mampu mengurangi keasaman mulut, merangsang air liur, mengurangi plak dan mencegah gigi berlubang.
- Menetralisir racun seperti logam atau timah yang mungkin terkandung dalam makanan.
- Mencegah terjadinya kanker kolon atau kanker usus.
- Mencegah diabetes tipe 2.
- Mempercantik kulit, membuatnya lebih bersinar.
- Membantu agar lebih cepat tidur. Hal ini karena kandungan susu akan merangsang hormon melatonin yang akan membuat tubuh mengantuk.
Jenis Susu
Jenis-jenis susu yang tersedia di pasaran juga bermacam-macam. Ada istilah-istilah yang dikatakan sebagai zat yang terkandung dalam susu yang mungkin belum Anda ketahui. Beberapa istilah tersebut yaitu:
Full cream
Mengandung 4% lemak dan umumnya banyak mengandung vitamin A dan vitamin D.
Mengandung 4% lemak dan umumnya banyak mengandung vitamin A dan vitamin D.
Low fat
Susu rendah lemak, karena kandungan lemaknya hanya setengah dari susu full cream.
Susu rendah lemak, karena kandungan lemaknya hanya setengah dari susu full cream.
Susu evaporasi
Yaitu susu yang telah diupkan sebagian airnya sehingga menjadi kental. Mirip dengan susu kental manis, tetepi susu jenis ini rasanya tawar.
Susu pasteur
Susu yang melalui proses pasteurisais (dipanaskan) 65° sampai 80° C selama 15 detik untuk membunuh bakteri patogen yang dapat menyebabkan penyakit.
Flavoured
Sebenarnya susu full cream atau low fat yang ditambahkan rasa tertentu untuk variasi. Misalnya susu coklat, strawberry, pisang, dan rasa lainnya. Umumnya memiliki kandungan gula yang lebih banyak karena penambahan rasa ini.
Calcium enriched
Susu yang ditambah dengan kandungan kalsium dan kandungan lemaknya telah dikurangi.
Susu yang ditambah dengan kandungan kalsium dan kandungan lemaknya telah dikurangi.
UHT
Merupakan singkatan dari Ultra-High Temperature-Treated. Susu jenis ini adalah susu yang dipanaskan dalam suhu tinggi (140° C) selama 2 detik yang kemudian langsung dimasukkan dalam karton kedap udara. Susu ini dapat disimpan untuk waktu yang lama.
CLA
Susu ini bermanfaat bagi orang yang ingin merampingkan tubuh. Kepanjangan dari CLA adalah Conjugated Linoleic Acid yang akan membantu dalam pembentukan otot dan mempercepat pembakaran lemak.
Mengapa Minum Susu?
Walaupun memiliki banyak manfaat, tetapi banyak orang yang enggan minum susu. Ini terlihat dari minimnya konsumsi susu masyarakat Indonesia per tahunnya. Salah satu alasan yang sering dikemukan adalah mahalnya harga susu. Untuk harga susu, sebenarnya ada banyak susu yang harganya telah disesuaikan. Dan mengingat banyak nutrisi yang dikandungnya, maka yang diperlukan adalah menanamkan kesadaran akan manfaat susu agar masyarakat dapat mengkonsumsi dan tidak menganggapnya sebagai barang mahal.
Alasan lainnya adalah tidak suka minum susu karena membuat mual atau sakit perut sehabis minum susu. Bila Anda merasa sakit perut setelah minum susu, berarti Anda menderita intoleransi laktosa. Penyebabnya karena kurangnya produksi laktase dalam tubuh. Laktase adalah enzim yang dihasilkan usus kecil yang berfungsi memecah laktosa yang terkandung dalam susu agar dapat diserap oleh tubuh. Tetapi bagi penderita intoleransi laktosa, proses pemecahan laktosa tidak berlangsung sempurna sehingga laktosa yang tidak tercena akan masuk dalam usus besar dan dicerna oleh bakteri yang ada di dalamnya sehingga menyebabkan perut kembung, berisi banyak gas, dan diare.
Sebagai solusi dari perasaan mual atau sakit perut, Anda dapat mengganti susu dengan produk olahan susu seperti keju, yoghurt, es krim, susu evaporasi atau susu kedelai yang tidak mengandung laktosa. Beberapa produsen susu juga telah membuat susu tanpa laktosa yang dapat dikonsumsi oleh pendeita "intoleransi laktosa".
Bila Anda hendak mengkonsumsi susu, sebaiknya Anda tidak menggunakan susu kental manis karena susu jenis ini kandungan nutrisinya lebih rendah akibat proses pembuatannya juga banyak mengandung lemak dan gula yang kurang baik untuk tubuh. Konsumsi susu yang dianjurkan adalah 3 porsi setiap hari. Satu porsi yang dimaksud adalah 250 ml susu yang setara dengan 35 gram keju atau 200 gram yoghurt atau 200 gram es krim. Jadi, tidak ada alasan bagi Anda untuk tidak minum susu bukan?
Walaupun memiliki banyak manfaat, tetapi banyak orang yang enggan minum susu. Ini terlihat dari minimnya konsumsi susu masyarakat Indonesia per tahunnya. Salah satu alasan yang sering dikemukan adalah mahalnya harga susu. Untuk harga susu, sebenarnya ada banyak susu yang harganya telah disesuaikan. Dan mengingat banyak nutrisi yang dikandungnya, maka yang diperlukan adalah menanamkan kesadaran akan manfaat susu agar masyarakat dapat mengkonsumsi dan tidak menganggapnya sebagai barang mahal.
Alasan lainnya adalah tidak suka minum susu karena membuat mual atau sakit perut sehabis minum susu. Bila Anda merasa sakit perut setelah minum susu, berarti Anda menderita intoleransi laktosa. Penyebabnya karena kurangnya produksi laktase dalam tubuh. Laktase adalah enzim yang dihasilkan usus kecil yang berfungsi memecah laktosa yang terkandung dalam susu agar dapat diserap oleh tubuh. Tetapi bagi penderita intoleransi laktosa, proses pemecahan laktosa tidak berlangsung sempurna sehingga laktosa yang tidak tercena akan masuk dalam usus besar dan dicerna oleh bakteri yang ada di dalamnya sehingga menyebabkan perut kembung, berisi banyak gas, dan diare.
Sebagai solusi dari perasaan mual atau sakit perut, Anda dapat mengganti susu dengan produk olahan susu seperti keju, yoghurt, es krim, susu evaporasi atau susu kedelai yang tidak mengandung laktosa. Beberapa produsen susu juga telah membuat susu tanpa laktosa yang dapat dikonsumsi oleh pendeita "intoleransi laktosa".
Bila Anda hendak mengkonsumsi susu, sebaiknya Anda tidak menggunakan susu kental manis karena susu jenis ini kandungan nutrisinya lebih rendah akibat proses pembuatannya juga banyak mengandung lemak dan gula yang kurang baik untuk tubuh. Konsumsi susu yang dianjurkan adalah 3 porsi setiap hari. Satu porsi yang dimaksud adalah 250 ml susu yang setara dengan 35 gram keju atau 200 gram yoghurt atau 200 gram es krim. Jadi, tidak ada alasan bagi Anda untuk tidak minum susu bukan?
Label:
jenis susu,
manfaat susu,
susu,
susu full cream,
susu skim
Senin, 12 Agustus 2013
Empat Bahan Makanan yang Tak Akan Pernah Basi
Hampir semua bahan makanan di dapur Anda akan kedaluwarsa. Namun ada
beberapa yang jika disimpan dengan benar, umurnya bisa lebih panjang
dari Anda.
Madu
Madu murni bisa disimpan dan dikonsumsi hingga sepanjang masa. Ia bisa saja mengkristal atau berubah warna, tapi tetap aman dikonsumsi. Untuk mencairkan kembali madu yang mengkristal, masukkan stoples madu ke dalam mangkuk berisi air panas, dan aduk hingga mencair.
Gula
Gula tak bisa basi karena sifatnya tidak mendukung pertumbuhan bakteri. Tak masalah jika warnanya putih, cokelat, atau berupa gula tepung. Pastikan Anda menyimpan gula di wadah yang kering dan tertutup rapat.
Beras
Beras putih, beras liar, beras melati, dan beras basmati bisa tetap segar selamanya. Namun beras merah adalah pengecualian, karena kandungan minyaknya lebih tinggi dari jenis beras lain.
Garam
Selama disimpan di tempat yang kering dan tidak lembap, segala jenis garam akan bertahan sampai beratus-ratus masakan yang akan Anda masak.
Madu
Madu murni bisa disimpan dan dikonsumsi hingga sepanjang masa. Ia bisa saja mengkristal atau berubah warna, tapi tetap aman dikonsumsi. Untuk mencairkan kembali madu yang mengkristal, masukkan stoples madu ke dalam mangkuk berisi air panas, dan aduk hingga mencair.
Gula
Gula tak bisa basi karena sifatnya tidak mendukung pertumbuhan bakteri. Tak masalah jika warnanya putih, cokelat, atau berupa gula tepung. Pastikan Anda menyimpan gula di wadah yang kering dan tertutup rapat.
Beras
Beras putih, beras liar, beras melati, dan beras basmati bisa tetap segar selamanya. Namun beras merah adalah pengecualian, karena kandungan minyaknya lebih tinggi dari jenis beras lain.
Garam
Selama disimpan di tempat yang kering dan tidak lembap, segala jenis garam akan bertahan sampai beratus-ratus masakan yang akan Anda masak.
Sabtu, 03 Agustus 2013
Hindari Lima Makanan Ini Saat Haid
Bagi sebagian besar kaum hawa, menstruasi memang menjadi hal yang menyebalkan. Saat haid, biasanya jerawat di wajah akan bermunculan, suasana hati menjadi mudah berubah, nafsu makan meningkat, dan cenderung sensitif.
Belum termasuk, dengan rasa nyeri di bagian bawah perut yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Untuk itu, terdapat beberapa jenis makanan yang dapat Anda hindari untuk meminimalisir hal-hal di atas.
Kafein
Seperti dilansir laman Boldsky, kafein mampu membuat pembuluh darah Anda menyempit dan menyebabkan dehidrasi. Jika mengonsumsi kafein saat menstruasi, wanita umumnya akan merasa tidak nyaman dan sakit kepala serta meningkatkan rasa cemas.
Makanan tinggi gula
Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung gula tinggi seperti permen, cokelat, soda dan sebagainya mampu meningkatkan tingkat gula darah. Hal tersebut akan menyebabkan Anda menjadi lebih sensitif dan moody.
Makanan kalengan
Makanan yang telah diproses dipabrik adalah jenis makanan yang harus dihindari saat menstruasi. Makanan tersebut umumnya mengandung sodium yang dapat menyebabkan meningkatkan jumlah air yang disimpan di dalam tubuh dan menimbulkan kembung. Sebab itu, hindari makanan seperti keju, makanan kaleng, kecap asin dan MSG.
Produk gandum
Produk gandum seperti pasta dan roti kehilangan berbagai nutrisi yang terkandung dalam gandum, karena telah melewati serangkaian proses pembuatan. Untuk itu, produk gandum mampu memengaruhi tingkat gula darah dan menyebabkan Anda mudah lapar. Tentu saja, kedua hal tersebut juga akan berakibat pada semakin memburuknya rasa nyeri dan keram saat menstruasi.
Gorengan
Makanan yang dimasak dengan cara digoreng mengandung lemak dan minyak yang tinggi, sehingga mampu meningkatkan tingkat estrogen. Jenis minyak apapun akan menyebabkan hal ini terjadi. Untuk itu, hindari gorengan untuk menjaga tingkat estrogen tetap stabil sehingga mampu menurunkan nyeri saat menstruasi.
Untuk itu, terdapat beberapa jenis makanan yang dapat Anda hindari untuk meminimalisir hal-hal di atas.
Kafein
Seperti dilansir laman Boldsky, kafein mampu membuat pembuluh darah Anda menyempit dan menyebabkan dehidrasi. Jika mengonsumsi kafein saat menstruasi, wanita umumnya akan merasa tidak nyaman dan sakit kepala serta meningkatkan rasa cemas.
Makanan tinggi gula
Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung gula tinggi seperti permen, cokelat, soda dan sebagainya mampu meningkatkan tingkat gula darah. Hal tersebut akan menyebabkan Anda menjadi lebih sensitif dan moody.
Makanan kalengan
Makanan yang telah diproses dipabrik adalah jenis makanan yang harus dihindari saat menstruasi. Makanan tersebut umumnya mengandung sodium yang dapat menyebabkan meningkatkan jumlah air yang disimpan di dalam tubuh dan menimbulkan kembung. Sebab itu, hindari makanan seperti keju, makanan kaleng, kecap asin dan MSG.
Produk gandum
Produk gandum seperti pasta dan roti kehilangan berbagai nutrisi yang terkandung dalam gandum, karena telah melewati serangkaian proses pembuatan. Untuk itu, produk gandum mampu memengaruhi tingkat gula darah dan menyebabkan Anda mudah lapar. Tentu saja, kedua hal tersebut juga akan berakibat pada semakin memburuknya rasa nyeri dan keram saat menstruasi.
Gorengan
Makanan yang dimasak dengan cara digoreng mengandung lemak dan minyak yang tinggi, sehingga mampu meningkatkan tingkat estrogen. Jenis minyak apapun akan menyebabkan hal ini terjadi. Untuk itu, hindari gorengan untuk menjaga tingkat estrogen tetap stabil sehingga mampu menurunkan nyeri saat menstruasi.
Buah-buahan untuk penderita diabetes
Fruktosa adalah bentuk gula alami yang terkandung dalam buah-buahan. Namun, gula ini merupakan musuh besar bagi penderita diabetes. Lalu, buah apa saja yang tetap aman untuk dikonsumsi penderita diabetes?
Menurut para ahli, ada buah-buahan khusus yang memang diperuntukkan oleh penderita diabetes. Bahkan, mereka wajib mengkonsumsi 4-5 buah untuk mengontrol gula darah.
Untuk membantu penderita diabetes, berikut adalah beberapa buah diabetes yang tidak akan mempengaruhi peningkatan gula darah, seperti yang dilansir Boldsky.
Ceri
Ceri memiliki nilai glikemik indeks rata-rata 20. Buah kecil berwarna merah ini sangat baik untuk penderita diabetes. Mengunyah beberapa ceri secara rutin setiap hari, gula darah dalam tubuh akan mudah terkendali dan stabil.
Jamblang
Rasa asam dari buah berwana ungu kehitaman ini, ternyata memiliki manfaat tinggi untuk mengontrol gula darah. Saat ini jamblang sulit ditemukan di perkotaan, namun Anda dapat membelinya dalam bentuk kemasan yang telah diolah.
Apel
Makan satu apel sehari bisa menjauhkan Anda dari berbagai penyakit. Hal ini juga berlaku bagi penderita diabetes. Apel kaya akan pektin yang dapat mengurangi tingkat insulin yang tinggi.
Nanas
Buah ini baik untuk penderita diabetes. Nanas memiliki kandungan anti-virus dan anti-inflamasi sifat yang baik untuk pasien diabetes
Nangka
Aroma harumnya nangka memang menggoda selera, termasuk untuk penderita diabetes. Nangka bermanfaat untuk meningkatkan resistensi insulin dalam tubuh. Disamping itu, nangka memiliki kaya vitamin C dan A.
Menurut para ahli, ada buah-buahan khusus yang memang diperuntukkan oleh penderita diabetes. Bahkan, mereka wajib mengkonsumsi 4-5 buah untuk mengontrol gula darah.
Untuk membantu penderita diabetes, berikut adalah beberapa buah diabetes yang tidak akan mempengaruhi peningkatan gula darah, seperti yang dilansir Boldsky.
Ceri
Ceri memiliki nilai glikemik indeks rata-rata 20. Buah kecil berwarna merah ini sangat baik untuk penderita diabetes. Mengunyah beberapa ceri secara rutin setiap hari, gula darah dalam tubuh akan mudah terkendali dan stabil.
Jamblang
Rasa asam dari buah berwana ungu kehitaman ini, ternyata memiliki manfaat tinggi untuk mengontrol gula darah. Saat ini jamblang sulit ditemukan di perkotaan, namun Anda dapat membelinya dalam bentuk kemasan yang telah diolah.
Apel
Makan satu apel sehari bisa menjauhkan Anda dari berbagai penyakit. Hal ini juga berlaku bagi penderita diabetes. Apel kaya akan pektin yang dapat mengurangi tingkat insulin yang tinggi.
Nanas
Buah ini baik untuk penderita diabetes. Nanas memiliki kandungan anti-virus dan anti-inflamasi sifat yang baik untuk pasien diabetes
Nangka
Aroma harumnya nangka memang menggoda selera, termasuk untuk penderita diabetes. Nangka bermanfaat untuk meningkatkan resistensi insulin dalam tubuh. Disamping itu, nangka memiliki kaya vitamin C dan A.
Langganan:
Postingan (Atom)